Blog Image

Blog

#WriteFromHome - Meutia; What I Learned from The “Real” Normal —It’s Not New

June 6, 2020
#WriteFromHome - Meutia; What I Learned from The “Real” Normal —It’s Not New image

How does this quarantine change you? Bagiku, pengalaman karantina pertama kali seumur hidup ini banyak memberikan perubahan. Nggak cuma perubahan gaya hidup, tapi juga pemikiran. Menurutku, karantina ini menunjukkan bagaimana cara hidup yang sebaik-baiknya. Dari kita yang banyak menghabiskan waktu dan materi untuk hal-hal yang tidak esensial, kini kita ditunjukkan bagaimana do our life in balance dan mendapatkan esensi hidup sebenarnya.

Makna pertama adalah tentang memanfaatkan waktu dalam sehari. Bagi kita yang hidup di kota besar, sebelumnya menghabiskan weekdays dari pagi sampai malam (atau mungkin, pagi lagi) di luar rumah adalah hal yang biasa. Tapi kini tidak lagi saat kita Work From Home. Saat kita menerapkan management time yang efektif saat WFH, pukul 6 sore atau in official business hours pekerjaan sudah bisa selesai. Atau yang tidak WFH, tetap bekerja di kantor, bisa tiba di rumah lebih awal karena terbebas dari macet dan hal-hal yang membuat kita harus stay lebih lama di luar.

Sehabis kerja—here comes to my second point—kita jadi punya waktu untuk keluarga. Kini aku bisa ikut sarapan dan makan malam bersama di rumah. Bagiku, sesi ini sangat penting karena aku yang commuting untuk bekerja setiap harinya, jarang sekali bisa tiba di rumah sebelum pukul 8 malam. Mama-ku yang biasanya mengeluhkan aku dan adik dan Papa yang pulang larut malam, kini jadi lebih happy karena ia tak sendiri lagi di rumah. Kali ini aku memahami lagi how my presence means a lot for someone.

Selanjutnya adalah, kita jadi punya waktu untuk self-care. Bentuk self-care sebenarnya banyak sekali, tapi khusus untuk aku kali ini adalah, merawat kulit dan memperkaya diri. Kulitku adalah tipe kulit sensitif yang jika aku mengalami stress bisa menimbulkan macam-macam penyakit—dari acne sampai eczema—dan  saat karantina ini akhirnya aku mulai benar-benar mengedukasi diriku on how to deal with these problems dari berbagai video di Youtube dan artikel yang ditulis oleh medical scholars (my recommendation: healthline.com dan subscribe newsletter Harvard Medical School!). Memang baru dua bulan dan belum banyak efek yang terlihat, tapi setidaknya aku mulai menemukan which ingredient that works for me and which is not.

Terakhir adalah tentang memperkaya diri. Kadang kita terlalu sibuk bekerja, sampai lupa ada sesuatu dalam diri yang harus selalu dihidupi—our passion, our curiousity. What keeps me going everyday adalah keinginan untuk belajar. Selama karantina ini, aku membaca 3 buku yang surprisingly sangat aku butuhkan untuk hidup kedepannya  (akan aku share review bukunya di podcast-ku: The Thriving Club! Disini aku me-review buku-buku terkait women’s self-development) mengikuti berbagai online class—tentang imunitas tubuh, personal finance, creative thinking, dan beberapa kajian religi.


Sedikit sharing, berikut how I manage my time during quarantine in 24 hours. More (quality) sleep, more productive time. Idealnya begini, kadang sedikit melesat juga kalau workload lagi banyak dan lembur, lalu jadi ingin tidur sehabis subuh. Kalau dicompare dengan schedule sebelum karantina, 3-4 jam ku dalam sehari bisa habis hanya untuk commuting. Sekarang, 3-4 jam bisa dimanfaatkan untuk self-development!

Itulah hal-hal yang aku pelajari selama karantina ini, membuatku bersyukur telah diberi kesempatan untuk mengevaluasi gaya hidup dan re-define what matters most. And the  better thing is, gaya hidup seperti ini akan dilakukan untuk seterusnya, mengingat kita harus beradaptasi dengan perubahan bumi ini. Beruntunglah kita sebagai manusia diberi kemampuan adaptasi, so I hope all of us will  find our own way to cope with this condition.  Kondisi dimana kita menjadi manusia yang lebih membumi.

 

 _ 

Journal #WriteFromHome ini ditulis oleh Meutia Azzura.

#WriteFromHome ini dibuat agar menjadi sebuah cerita perjalanan Banye Studio dan teman-teman lainnya saat menghadapi pandemi Covid-19 agar kelak ketika bumi dan seisinya berjalan kembali seperti biasa, kita dapat mengingat hari-hari ini, sehingga kita dapat lebih menghargai dan mawas akan segala yang dijalani.

Kamu pun bisa menyimpan journal-mu disini dan mendapatkan kado kecil berupa Drawstring Pouch dari Banye Studio dengan mengirimkan cerita perjalanan kamu selama pandemi Covid-19 ke contact@banyestudio.com atau hubungi kami di Line Official @banyestudio atau Whatsapp 081224008223

Untuk melihat koleksi pakaian dari Banye Studio, sila klik disini.



Salam hangat,

Banye Studio.