Blog Image

Blog

#WriteFromHome - Anya; Banana Chocolate Brownies dengan Tepung Singkong

April 26, 2020
#WriteFromHome - Anya; Banana Chocolate Brownies dengan Tepung Singkong image

Akhirnya, bulan yang ditunggu-tunggu dan selalu dirindukan tiba juga! <3

Di bulan suci ini, banyak sekali rencana yang ingin diselesaikan. Kesempatan untuk menabung pahala bagi umat muslim, juga kesempatan untuk men-detox lagi tubuh kita dari asupan-asupan unfaedah baik dalam bentuk makanan maupun pikiran.

Beberapa minggu terakhir ini, masih dalam rangka social distancing, banyak teman-teman saya membuka bisnis makanan lewat online. Jiwa doyan ngemil ini bergejolak sudah. Satu persatu saya coba terutama menu makanan manis. 

Lidah sudah termanjakan dengan rasa manis, tapi perut malah menunjukkan tanda-tanda pemberontakan. Dalam perjalanan mengenal diri sendiri, saya mulai belajar peka terhadap kebutuhan tubuh. Apa yang dia mau dan tidak mau terima. Misalnya, ketika saya mengkonsumsi tepung terigu, tubuh saya akan memberi tanda perut kembung, bergas, mudah maag, serta hasil pembuangan yang kurang bagus.

Karena sudah kepalang ngidam cemilan, akhirnya saya mulai mencari resep chocolate brownies dan banana bread (bolu pisang) di internet yang lalu saya akali menjadi resep tanpa menggunakan tepung terigu alias menggunakan tepung singkong (cassava flour). Akhirnya setelah beberapa kali coba dan sedikit memodifikasi bahan dan takarannya, saya berhasil menemukan satu formula resep yang pas.

Nah, lewat journal WFH aka #WriteFromHome ini, saya akan membagikan resep –yang menurut saya, haha– berhasil dan mudah banget dicoba untuk dijadikan takjil berbuka puasa di rumah :)

 

Bahan;

5/8 cups tepung singkong (saya pakai merk Ladang Lima, beli di sini

2 tbsp chocolate powder

1/5 cup gula pasir

150 gr dark compound chocolate (saya pakai merk DCC Colatta) – 85gram dilelehkan, 65 gram dipotong dadu besar

1 butir telur utuh, 1 kuning telur

1 tsp baking powder

1 pinch garam Himalaya

1/8 cups butter

1 tsp olive oil

2 buah pisang Cavendish

½ genggam kacang almond panggang

 

Steps;

Siapkan loyang dengan melapisi kertas roti dan mentega di sisi-sisi permukaannya.

Preheat oven 180 derajat Celcius, api atas dan bawah.

Potong 85gr DCC tipis-tipis agar memudahkan proses lelehnya.

Tim DCC tersebut bersama butter, lalu tambahkan olive oil saat semua sudah meleleh.

Pindahkan ke dalam mangkok besar.

Campurkan gula secara bertahap sambil dikocok sampai ikut larut dengan coklat tadi.

Tambahkan telur satu persatu sambil dikocok.





Kocok rata menggunakan whisk sampai adonan agak mengembang dan berbuih.




Masukkan pisang yang sudah dihancurkan, lalu aduk pelan.



Siapkan saringan untuk memasukkan campuran tepung, chocolate powder, baking powder, dan garam.




Nantinya akan halus seperti ini dan tidak ada tepung dan bubuk yang menggumpal.




Aduk rata menggunakan rubber spatula.



Masukkan potongan DCC, aduk pelan.



Adjust rasa.


Masukkan adonan ke dalam loyang, jangan lupa ketuk-ketukkan ke meja agar adonan merata pada permukaan loyang.




Panggang selama 30 menit

Setelah 30 menit, masukkan crashed almond di atasnya, masukkan lagi adonan ke dalam oven kurang lebih 10-15 menit. (Jangan lupa mengetes adonannya pakai tusuk gigi yang ditusukkan ke adonannya ya, apabila sudah tidak ada adonan basah yang menempel pada tusuk gigi, berarti adonan sudah matang.)



Biarkan resting 10-15 menit sebelum dikeluarkan dari loyang dan dipotong.

Tipsnya, pastikan pisau selalu bersih setiap memotong potongan kue, karena di dalamnya terdapat lelehan coklat tadi sehingga akan ada adonan dan coklat yang menempel pada pisau. Kalau saya sih, setelah memotong satu bagian, pisau dicelupkan ke gelas atau tumbler lalu dilap ke tisu. Agak leukleuk kalau bahasa sundanya, tapi hasilnya cantik apalagi kalau kue ini untuk hidangan keluarga :)




Sekian resep Banana Chocolate Brownies Tanpa Tepung Terigu ala saya.

Selamat mencoba! Kabari, ya, kalau sudah buat di rumah! <3



Journal #WriteFromHome ini ditulis oleh Anya.

#WriteFromHome ini dibuat agar menjadi sebuah cerita perjalanan Banye Studio dan teman-teman lainnya saat menghadapi pandemi Covid-19 agar kelak ketika bumi dan seisinya berjalan kembali seperti biasa, kita dapat mengingat hari-hari ini, sehingga kita dapat lebih menghargai dan mawas akan segala yang dijalani.

Kamu pun bisa menyimpan journal-mu disini dan mendapatkan kado kecil berupa Drawstring Pouch dari Banye Studio dengan mengirimkan cerita perjalanan kamu selama pandemi Covid-19 ke contact@banyestudio.com atau hubungi kami di Line Official @banyestudio atau Whatsapp 081224008223

Untuk melihat koleksi apparel dari Banye Studio, sila klik disini.



Salam hangat,

Banye Studio.